Pages

Friday, March 25, 2011

Bab 7. "Manusia dan Tanggung Jawab"


Manusia dan Tanggung Jawab.
Jenis-jenis tanggung jawab

Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan sayang dibuatnya. Atas dasar ini lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab yaitu :
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri sebagai perwujudan pendapat perasaan dan angan angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik di sengaja maupun tidak.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami istri, ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajar apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus di pertanggung jawabkan pada masyarakat.
d. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau aturan aturan yang dibuat negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab terhadap negara.
e. Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh tuhan dan jika dengan peringatan yang keras pun manusia masih juga tidak menghiraukan maka tuhan akan melalukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia perlu pengorbanan.
Study Case :
Masalah lalulintas (Lalin) di Kota Medan bukan cuma permasalahan polisi saja, tetapi permasalahan kita bersama. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kemacetan di jalan raya, diantaranya sarana dan prasarana jalan yang meliputi kondisi jalan yang belum memadai, rambu-rambu lalulintas yang belum mencukupi, lampu pengatur lalulintas yang tidak berfungsi dan lain sebagainya.
Hal ini dikatakan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga SH dalam amanatnya yang dibacakan Waka Polresta Medan AKBP Andreas Kusnaidi pada acara pelepasan rally wisata tertib berlalu lintas 2011 di Lapangan Merdeka, Rabu (16/3) pukul 15.00 WIB.
Dijelaskannya, dalam pemandangan sehari-hari, para pemakai jalan, khususnya para pengemudi angkot dan betor sering tidak mengindahkan rambu-rambu lalulintas, termasuk menerobos lampu merah. Tindakan ini tentunya telah melanggar hukum dan merampas hak orang lain serta kurang menjaga sopan santun dalam berlalulintas di jalan raya.
Ditambahkannya, Polda Sumut saat ini juga sedang melaksanakan operasi dengan berbagai bentuk kegiatan di antaranya preventif dan penindakan. Kegiatan preventif melalui kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli yang ditingkatkan dan kegiatan penindakan pelanggaran lalulintas dengan maksud menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas di Kota Medan.
Berdasarkan data kecelakaan lalulintas, jelas Tagam Sinaga, untuk wilayah kota Medan pada 2010 sebanyak 843 kasus, korban meninggal dunia 181 orang, luka berat 801 orang, luka ringan 414 orang dengan kerugian material Rp1,8 miliar dengan rata-rata meninggal dunia kurang lebih 5 orang per hari.
“Yang memprihatinkan kita bersama, banyaknya korban akibat kecelakaan lalu lintas belum mendapat perhatian yang cukup apabila dibandingkan dengan kasus lainnya seperti flu burung dan flu babi yang tentunya apabila dikaitkan dengan angka-angka korban sangat jauh di bawah korban kecelakaan lalu lintas,” tegasnya lagi.
Untuk itulah Polresta Medan dan jajarannya mengajak para peserta rally ikut mendukung budaya tertib lalulintas demi terciptanya Kamseltibcar lantas. Dari pengamatan wartawan, titik kumpul rally wisata tertib berlalu lintas 2011 diadakan di Komplek Cemara Asri Medan. Turut hadir mantan Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno, Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga SH, para supir angkot, betor. Acara diwarnai dengan lucky draw.
Opini :
Tanggung jawab menurut saya bisa mempertanggung jawabkan masalah yang kita perbuat/ dengan kata lain masalah yang kita timbulkan bisa kita pertanggung kan. . .
Kalau kita ngomong tentang tanggung jawab pasti kita pernah menggalaminya dan dituntut harus tanggung jawab pada suatu masalah. . . tapi masalahnya apakah kita bisa berani mempertanggungjawabkan apa Tidak. ..

Sebagian Besar orang memilih untuk Tidak bertanggung jawab dengan berbagai alasan akan tetapi  sebaiknya kita memilih tanggung jawab karna ada konsekuensinya kalau kita tidak bertanggung jawab, bukannya kalau bertanggung jawab tidak ada konsekuensinya tapi akan lebih baik kita tanggung jawab selain bisa memecahkan masalah kita juga tidak berdosa. . .

Sumber :
http://www.hariansumutpos.com/2011/03/1986/masalah-lalulintas-bukan-cuma-tanggung-jawab-polisi.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment